Penyediaan air bersih, sumbangan berupa baju,makanan,dll merupakan bantuan pada saat fase tanggap bencana. Untuk saat ini coba disurvey lagi kondisi terakhir nya,soalnya kondisi hujan sudah mulai jarang dan akan segera memasuki musim panas.
Permasalahan skarang menurut saya ketika survey kemarin (pas udah ga hujan lagi) adalah banyaknya lumpur endapan yang tersisa di pemukiman penduduk, sehingga kita pada kerja bakti bareng warga.
Sedikit berbagi :
Bandung merupakan Cekungan (yang dulunya adalah Danau Bandung Purba) dikelilingi oleh Pegunungan. Daerah Bandung Selatan merupakan daerah dengan ketinggian permukaan yang rendah jika di bandingkan dengan daerah Cekungan Bandung lainnya.

Disana terdapat DAS Citarum yang merupakan pertemuan 3 buah sungai Citanduy,Cisangkuy, dan Sungai CIkapundung.
Nah!! permasalahan utama adalah Ketiga sungai tersebut membawa Banyak endapan tanah yang banyak dari daerah hulu. Daerah Serapan di hulu semakin kritis akibat pengalih fungsian lahan yang asalnya berfungsi sebagai daerah serapan berubah menjadi pemukiman dan Perkebunan.
Akibatnya :
Saat terjadinya hujan, daerah hulu yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air hujan ,yang istilah kearifan lokal nya adalah GENTONG BUMI, tidak berfu
ngsi dengan baik.Siklus Hidrologi tidak berjalan dengan baik,,infiltrasi semakin sedikit, sementara Run-Off permukaan semakin tinggi.
Derasnya Aliran Run-off dari daerah hulu mengikis permukaan tanah (erosi) dan
membawa jutaan endapan lumpur sehingga sungai Citarum menjadi semakin DANGKAL. Dari wawancara ke bapak lurah Andir : "Kedalaman yang asalnya 6 m saat ini mengalami pendangkalan menjadi sekitar 3 m. Hal ini merupakan penyebab mengapa selalu terjadi banjir di daerah sana."

Berbagai Strategi yang dapat menjadi solusi adalah :
Jangka Pendek :
Pengerukan Sungai Citarum dari endapan lumpur yang semakin tinggi.
Jangka Panjang :
Pemulihan lahan kritis di daerah hulu.
Caranya dengan :
1. Kearifan Lokal Masyarakat Sunda saat ini sudah mulai hilang. Orang Sunda memiliki kearifan dalam mengelola tata ruang pembangunan (ilmu planologi). "Daerah Leuweung Larangan dan Leuweung Tutupan" merupakan daerah yang harus dijaga dari pengalih fungsian lahan. Saat ini masyarakat adat di sekitar pegunungan harus diajak untuk mengenal dan menjaga kearifan tersebut.
* Alhamdulillah saya melihat temen2 LSM dari DPLKTS (Dewan Pemerhati Lingkungan dan Kehutanan Tataran Sunda), BELANTARA, dan Pangasuh BUMI sedang berjuang dalam menjaga kerifan lokal tersebut
Perbaikan lahan dengan penghijauan harus dilakukan oleh pemerintah bersama masyarakat. Tapi hati2,,ga sembarangan penghijauan sperti "Kedok" yang dilakukan oleh PERHUTANI di Gunung SAWAL,CIOMAS,,dengan alih2 bersama masyakarat (padahal bukan masyarakat sekitar) menanam kebun KOPI di daerah leuweung larangan yang seharusnya ditanam tanaman keras asli endemik Gunung Sawal.
2. Pemukiman di daerah hulu harus MENGGANTI KERUGIAN akibat ulah mereka yang mengubah fungsi serapan disana yang mengakibatkan masyarakat di daerah hilir terkena dampaknya.
Mereka yang tinggal di daerah hulu, setiap rumah harus membuat SUmur ReSaPan atau juga bisa dengan Lubang Biopori agar menambah infiltrasi di daerah hulu.
Semoga pemerintah bersama masyarakat dan seluruh elemen lainnya di kota Bandung dapat bersinergis dalam pembangunan untuk menjadikan Bandung kota yang Lestari. Aamiin
0 comments:
Poskan Komentar