berikut adalah kutipan dari catetan perjalanan kami ke Cirendeu,,
tulisannya ceu yuni-Pangasuh Bumi..nanti fotonya menyusul yaa..
Assalamu'alaikum wr.wb
Salam sejahtera, Sampurasun
Sahabat2 forum hijau..
Berikut laporan perjalanan kami ke kampung adat cireundeu..
Jam 12 an kumpul di dipatiukur.. Yang hadir kang erwin, Fariz, Ahmad dan Vanny (TL ITB). Berangkat ke lokasi jam 1. Sesampainya di kampung adat cirendeu, bergabung kang rahmat, anggi (belantara)..
Kami bersilaturahmi dgn masyarakat adatnya, sayang sesepuh adat abah asep setelah naik ke gunung salam beliau kurang enak badan.. Sempat bertemu, tp alhamdulillah masyarakat adat masih bisa bersilaturahmi...
Diputuskan, kami meninjau tpa leuwigajah dari puncak gunung kunci, yang konon dulu merupakan pusat atau kunci dari cekungan bandung.. Juga tempat orang bermeditasi.. (Walaupun dinamakan gunung sebenernya bukit...) Satu lagi, kami berjalan tanpa alas kaki... Dari tempat kmpg adat menuju TPA..
Dari sejauh mata memandang, banyak tanaman2 yang semak dan perdu.. Mudah2an ini awal yang baik bagi perkembangan secara ekologis didaerah tersebut.. Karena didaerah Leuwigajah terdapat 2 mata air utama yang menjadi supporting ketersediaan air di daerah tersebut..
Selanjutnya kami menuju Gunung Gajahlangu... Perjalanan yang cukup menyenangkan, mendebarkan serta mengharukan..Menyenangkan karena kami bersama dengan masy adat kang Yana yang memimpin kami semua untuk naik ke leuweung larangan - Syanghang Sirah yang berada di puncak gunung.. Juga ada yang jatuh2 krn licin jalurnya.. Mendebarkan karena ketika memasuki kawasan leuweung larangan, kami harus menetapkan hati, tidak boleh sembarangan bicara, dan takut jg kalau ketemu dgn ular, atau hujan...disini kami tidak boleh makan dan minum lagi..
Mengharukan ketika kami sdh sampai di puncak gunung.. kami disambut oleh suara binatang tongeret.. Kenceng banget.. Angin yang menerpa jg luar biasa.. Seperti mensupport kedatangan kami..
Kami berusaha mensinkronkan diri dgn alam dgn cara merenung (bukan melamun...)...
Alangkah indahnya bila puncak gunung ini sudah dipenuhi oleh pohon2 besar... (Karena selama dalam perjalanan... Banyak sekali lahan kritisnya..) Pada saat ini komunitas adat Cirendeu sedang dalam proses pemulihan lingkungan berbasis kearifan lokal..
Waktunya kembali ke kampung setelah dari puncak gunung.. Ketika hendak sampai, mulailah hujan dan petir. Subhannallah...
Sesampainya di rumah abah Asep, kami berdiskusi tg TPA dan perjalanan kami.. Ternyata bahwa di gunung Gajahlangu banyak banget ularnya dan galak2.. Tetapi mungkin karena kami semua tidak memakai alas kaki, aura dan tekad hati kami yg tidak ingin merusak alam membuat kami sama sekali tidak bertemu dgn binatang2.., Alhamdulillah lagi, kami disuguhi nasi singkong... Makin terharu, karena artinya bila kita sudah disuguhi oleh makanan asli, kami sdh dianggap keluarga oleh masyarakat adat...
Alhamdulillah...
Jam 9 malam kami pamit dan kembali ke bandung...
Insya Allah, bahwa pada hari ini kami sdh melewati tahap silaturahmi dan peninjauan lokasi. selanjutnya bahwa tugas berikutnya masih banyak yang harus dikerjakan... (Memang tugas yang tidak pernah berhenti..)
Makasih semuanya..
Salam hijau...!
Sedikit tambahan pengalamanku :
Alhamdulillah,,perjalanan yang luar biasa,,penuh dengan hikmah,,jadi rinduuu buat ke gunung lagiii..
hal yang paling berkesan buat saya selama perjalanan adalah bagaimana saya belajar sabar atas kejadian yang menimpa saya,terutama saat awal perjalanan saya udah ketusuk duri2 kecil tanaman di jempol kaki kiri yang kalo jalan kesenggol benda2 lainnya terasa sakit,,awalnya mau saya cabut,,tapi kata salah seorang warga,,"jangan kang,,biarin aja"..saya bingung,,kenapa di biarin aja padahal saya kesakitan,,ya udah deh saya ikutin aja kata mereka..Alhamdulillah selama perjalanan dengan telanjang kaki itu satu persatu duri2 halus yang menancap tadi menghilang..salah satu warga berkata dalam bahasa sunda yang artinya,,itu mah buat antibodi kang,,gapapa,,bagus!!..
Wah,,saya smakin takjub..apalagi saat kaki saya beberapa kali di gigit oleh semut,,tetapi kali ini saya berusaha untuk tidak lebay dan mengeluh,,karena saya tau pasti ada hikmahnya,,danbtul juga lagi2 saya diberitahu oleh warga bahwa gigitan semut itu baik untuk anti bodi..beberapa kali saya hampir terjatuh,,tetapi saya berusaha untuk belajar sabar dan memahami sgala hikmah yang diberikan alam..sungguh luar biasa perjalanan kali ini..
Hal yang paling mengesankan adalah ketika kami sampai di daerah puncak gunung daerah leuweung larangan, dimana untuk mencapai puncak butuh sedikit perjuangan,melewati jalan yang masih dipenuhi tanaman2 yang menghalangi seakan belum pernah dijamah manusia,,serta sambutan para semut di kaki kami ketika hampir mencapai daerah puncak utama,,setelah dipuncak,,saya merasakan sekali kekuatan alam,dimana sambutan hewan torenget mengiringi kekhusyukan kami dalam berdoa tepat sampai doa saya berakhir,,
Ya Allah smoga hambaMu ini bisa terus membaca tanda2 kekuasaanMu dan dapat berbuat manfaat untuk makhluk lainnya serta alam nan indah ini..
aamiiinn.
0 comments:
Poskan Komentar